Balapan liar ?! Nonton yuk !?

Bagi para penonton balapan di kota Makassar ini, khususnya balapan liar, sekarang telah ada salah satu tempat menonton buat kalian. Ditayangkan langsung dari tempat peristiwa alias “live”. Tak ada istilah “sensor” seperti film-film yang ditayangkan di televisi. Semuanya langsung dan tanpa iklan. Dan hebatnya lagi, tontonan ini bebas biaya alias gratis alias free.

Tempatnya cukup terkenal dan mudah ditemukan. Dimana lagi kalau bukan di depan kampus merah, Unhas. Tepat di sekitaran jalan masuknya. Sangat mudah bukan untuk ditemukan? Tentu saja! Di Makassar ini, siapa sih yang tidak kenal dengan Unhas? Kampus yang paling sering diberitakan di media massa. Dan menjadi kiblat pendidikan kota Anging Mammiri, yang berlambang ayam jantan itu. Tapi bukan Unhas yang mengadakan balapan liar ini. Para pembalap liar itu cuma menumpang “lewat” di depannya dengan kecepatan “ruar biasa!”. Sekalian numpang terkenal.😀

Seperti Pantai Losari yang dulu tidak hanya dikenal dengan pesonanya, namun juga balapan liarnya tiap malam Minggu, maka demikian juga di depan kampus Unhas ini. Tiap malam Minggu, menjelang tengah malam, siap-siaplah menutup telinga untuk orang yang tak kuat jantungnya. Atau untuk para pengendara sepeda motor dan lainnya, segeralah menyingkir dari tengah jalan kalau tidak ingin disambar. Karena pada waktu sekitaran itu, para pembalap liar akan lalu lalang dengan arogannya. Mereka menyalip kendaraan sana-sini, tanpa helm dan tanpa perlengkapan balap. Suara motor mereka begitu keras seperti akan memecahkan telinga. Tidak ada toleransi untuk pengguna jalan lain; tidak ada empati untuk masyarakat yang tinggal di sekitaran jalur balap mereka. Pokoknya malam Minggu, jalanan itu milik mereka sekalian lepasnya mereka dari aturan lalu lintas.

Siapa mereka? Saya juga kurang tahu jelas. Yang jelas umumnya mereka adalah pemuda. Pemuda dari mana? Lebih tidak tahu lagi saya. Yang saya tahu mereka ada disitu ketika telah terdengar suara raungan motor. Kapan mereka mulai mengadakan balapan liar? Nah! Kalau itu, bukan saya orang yang pas untuk menjawabnya. Toh, saya bukan ahli sejarah kok! Bukan juga salah satu dari mereka. Saya cuma salah satu penonton mereka. Dan kenapa saya menulis tulisan ini? Itu karena saya ingin berbagi tontonan dengan yang lain😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: