Gigiku gerahamku tumbuh menyimpang…

gigi-menyimpang“Semua gigi bisa dicabut!”

“Tidak ada tapinya yach Pak?”

“Tidak! Tidak ada tapi!”

“Serius Pak?!”

“Serius! Saya serius! Cuma… ada yang namanya sulit. Cuma itu…”

Tampak dari wajah bapak itu keseriusan karena saya meragukan kata-katanya. Hampir saja terjadi perdebatan panjang jika saja saya tidak berniat untuk mengalah. Dan ketika saya mengalah, bapak itu pun mulai menjelaskan dengan tenang tentang apa yang ia sebut sebagai “sulit” itu…

Semua gigi manusia sebenarnya bisa dicabut. Bahkan katanya tidak ada yang tidak bisa dicabut. Cuma ada yang namanya sulit dicabut. Salah satu gigi yang sulit dicabut itu adalah gigi geraham yang tumbuhnya tidak sempurna. Dalam artian tumbuhnya menyimpang dari seharusnya. Misalnya ia tumbuh miring (hanya sedikit yang muncul). dan hal inilah yang terjadi pada gigi gerahamku.

Beberapa hari ini gigiku terasa sakit sekali. Anda sekalian tau khan rasanya kalau gigi itu sakit? Yah! seperti itulah rasanya. Sakit! Sakit sekali. Membuat semuanya terasa menyakitkan dan menyebalkan, meskipun itu adalah lagu yang musiknya enak di dengar. Setelah saya coba cek di depan cermin, ternyata masalahnya adalah karena gigi gerahamku itu berlubang sebelah. Ohhhh!… Mungkin gara-gara saya jarang sikat gigi.

Setelah mengetahui penyebab utamanya, saya nekad mendatangi klinik gigi yang berada tidak jauh dari rumahku. Klinik gigi itu tepatnya berada di jalan Rajawali 2, Makassar. Pemiliknya adalah seorang bapak yang kepalanya botak, yang jika tak ada pelanggan maka ia duduk-duduk santai merokok sambil baca koran hari kemarin. Melihat wajahnya tanpa senyuman, saya semakin sadar kalau cabut gigi itu adalah hal yang paling menyakitkan.

Setelah terjadi perdebatan pendek tadi, saya memutuskan untuk tidak mencabut gigi. Saya lebih memilih untuk mempersiapkan diri agar bisa bersabar dulu jika nantinya bapak itu akan mencabut gigiku. Dan hari ini, saya belum bisa bersabar dan belum bisa pasrah untuk itu. Kenyataan bahwa gigiku sulit untuk dicabut dan memerlukan usaha yang lebih bagi bapak itu, menyadarkan saya bahwa mencabut gigi geraham yang tumbuh menyimpang ini tidak semudah mencabut paku dari sebuah balok kayu. Dan karenanya saya menjadi ngeri untuk membayangkannya.

Duh Robbi, beri saya kekuatan untuk bersabar jika nantinya saya telah berani untuk mencabut gigi ini… Aaaamiiiiinnnn, ya Robbal ‘Alamiiiiiinnnnn….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: