Jika ia ingin pergi, maka biarkan ia pergi…

“Jika ia ingin pergi, maka biarkan ia pergi”.

Kalimat itu aku simpulkan semalam setelah membaca buku pengembangan diri yang judulnya aku lupa. Cukup ringkas kata-kata itu, namun sangat mewakili perasaan takut yang sedang menyelimutiku saat ini. Seperti kabut yang datang dan entah kapan akan pergi, ketakutanku itu semakin menggoyahkan pendirianku untuk menari-nari bersama kesendirianku…Layaknya manusia biasa yang tak pernah luput dari cerita cinta, maka aku pun demikian. Apalagi di masa-masa sekarang ini, ketika tidak ada tempat untuk mencurahkan segala keluh kesah, perasaan membutuhkan seseorang itu menjadi semakin besar. Seumpama balon karet yang perlahan-lahan diisi angin, maka ia tinggal menunggu waktu untuk meledak.

Cinta itu kini telah hadir menyodorkan tangannya. Aku tinggal mengambil dan merengkuhnya. Tidak ada lagi tembok penghalang yang tinggi itu; tidak ada lagi cinta bertepuk sebelah tangan itu; tidak ada lagi pesaing hebat itu; pokoknya semuanya tergantung dari keputusanku. Tapi, aku memutuskan untuk tidak merengkuhnya, bahkan sengaja untuk berpaling darinya. Bodohkah aku?…

Cinta itu adalah mimpi-mimpiku di masa lalu. Ia adalah bunga tidur terindahku di hari kemarin. Namun hari ini, ketika aku telah kehilangan asa untuk meraihnya, ia datang dengan membawa kembali asaku yang telah raib. Mengapa aku masih berpikir untuk merenggutnya? Mengapa masih ada keraguan dalam hatiku? Mengapa dan mengapa aku masih senang berdiam diri dalam kesendirianku?

Jika ia ingin pergi, maka biarkan ia pergi. Hari ini, meskipun mimpiku tinggal selangkah lagi mewujud menjadi realita, aku ikhlaskan untuk pergi meninggalkanku. Bukan karena aku tak ingin ia menjadi bagian dari hidupku, namun karena masih banyak yang harus kurapikan dalam hidupku. Masih banyak baju lusuh yang harus aku setrika; masih banyak urusan yang belum aku selesaikan; dan tentunya masih ada skripsi yang sedang menantiku menyelesaikannya.

Biarlah cinta itu menjauh. Jika memang ia adalah takdirku, maka sejauh manapun ia mengepakkan sayapnya, pada akhirnya nanti ia akan kembali menempati ruang kosong di relung hati kecilku…

“Sebuah kisah cinta dari seseorang kawan yang begitu dekat denganku…”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: