Susahnya Jadi Sarjana…

Minggu lalu, bertambah lagi deretan nama teman seangkatanku yang bergelar Sarjana Pertanian (SP) di belakang namanya. Namun, aku belum juga tergugah untuk mengikuti jejak mereka. Jemariku masih saja bersikap diam melihat skripsiku yang berantakan. Tidak ada sedikitpun semangat yang terpercik melihat mereka tersenyum selesai Ujian Sarjana. Bahkan ketika aku menulis tulisan ini, aku masih saja seperti dulu. Diam dan terlena dalam rasa malas yang membius…Beberapa temanku menyodorkan tangannya untuk membantu menyelesaikan skripsiku. Bahkan di antara mereka ada yang menawarkan untuk mendampingi ketika aku turun lapangan nantinya mencari responden di desa penelitian. Tapi aku tetaplah aku, yang hanya pintar mencari-cari alasan sebagai pembelaan atas rasa malasku membuat skripsi. Temanku kecewa, dan aku kembali menjalani kehidupanku tanpa ada beban pikiran atas skripsi. 

Hari berganti hari, dosen-dosen yang mengenalku pun mulai bosan menasehatiku. Mereka sekarang tidak ingin menyinggung skripsiku lagi. Bosan katanya. Dan tentunya aku bahagia menanggapi hal itu karena tidak ada lagi orang yang akan mengingatkanku tentang skripsi dari kalangan orang-orang tua. Selanjutnya tinggallah aku sendiri yang pusing memikirkan nantinya skripsiku…

Memang susah menjadi sarjana, meskipun susahnya cuma di pikiran. Karena dalam realitas nyata, sarjana bagiku adalah hal yang mudah diperoleh. Cukup dengan menyelesaikan skripsi dan semuanya berakhir. Perasaan malas dan tidak adanya visi ke depan, mungkin menjadi penyebab utama mengapa sarjana hingga hari ini belum kuraih. Mungkin benar apa yang sering dikhotbahkan para motivator bahwa visi itu adalah harapan dan harapan itulah yang nantinya akan menumbuhkan semangat untuk meraihnya. Sayangnya, visiku adalah kesamaran. Buram tepatnya. Hingga ada teman yang berpendapat bahwa kemalasan seseorang untuk meraih sarjana adalah karena ketakutannya untuk menghadapi hari depannya… Dan mungkin, itulah aku…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: