Tallasa’ Kamase-Mase

Pemangku Adat KajangTallasa’ Kamase-Mase adalah prinsip hidup yang dianut oleh masyarakat adat Kajang. Dalam bahasa Indonesia, prinsip itu berarti: Hidup Bersahaja atau Hidup Sederhana. Sebuah prinsip yang telah banyak dilupakan oleh manusia saat ini, dimana yang menjadi ukuran hidup adalah banyaknya harta, besarnya simpanan uang di bank, megahnya rumah yang dimiliki, dan banyaknya fasilitas hidup yang tersedia. Tallasa’ Kamase-Mase seperti sebuah warna kontras dari warna yang berlaku di kehidupan modern saat ini. Ia sungguh berbeda, bahkan sangat bertolak belakang. Namun karena kontrasnyalah sehingga kita perlu belajar darinya. Bukan karena ia unik, melainkan karena banyaknya hikmah di dalamnya dan banyaknya manfaat yang dapat diperoleh dari prinsip hidup yang hanya sering diajarkan oleh para penceramah di mesjid-mesjid pada waktu-waktu tertentu itu…

Prinsip hidup yang mereka anut ini berasal dari ajaran turun-temurun yang diwariskan melalui ajaran Pasang. Pasang (Pasang Ri Kajang) adalah sebuah ajaran melalui lisan dan mengikat hidup bagi masyarakat adat Kajang sebagai penganutnya. Pasang bisa berarti sebagai doktrin bagi masyarakat Ammatoa. Dapat pula diartikan sebagai sebuah wahyu yang diterima dari hasil tafakkur mereka. Namun bagaimanapun orang menyebutnya, Pasang tetaplah Pasang. Ia adalah aturan, norma dan nilai yang mengikat masyarakat Ammatoa dan menjadi pedoman mereka dalam menjalani kehidupan.

Mengenai prinsip Tallasa’ Kamase-Mase, ia tertulis dalam salah satu Pasang yang berbunyi:

 Anre kalumannyang kalupepeang

Rie’ Kamase-Mase

Angnganre na rie’

Care-care na rie’

Pammalli juku’ na rie’

Koko na rie’

Balla situju-tuju

Artinya:

Kekayaan itu tidak kekal

Yang ada hanyalah kesederhanaan

Makan secukupnya

Pakaian secukupnya

Pembeli ikan secukupnya

Kebun secukupnya

Rumah seadanya

Pasang itulah yang menangkal sifat keserakahan yang selalu bercokol di dalam diri setiap manusia, dalam hal ini masyarakat Ammatoa. Ia menjadi tameng yang kuat untuk membendung paham kapitalis, materialis, individualis dan paham-paham lainnya yang hanya akan merugikan manusia sendiri nantinya. Ia begitu kuat karena dianut secara bersama oleh masyarakatnya. Dan akan selalu kuat karena diwariskan secara turun-temurun ke anak cucunya.

Pasang pulalah yang menyebabkan lestarinya hutan yang berada di dalam kawasan Ammatoa. Pasang secara lengkap mengatur cara masyarakat Ammatoa berinteraksi dengan lingkungannya (hutan). Lingkungan diperlakukan sebagai sesuatu yang hidup bersama dengan mereka, tidak sebagai sesuatu objek yang berada di luar dan terpisah. Sehingga hal ini menyebabkan tidak terjadinya eksploitasi sumberdaya lingkungan untuk keperluan pribadi.

Demikianlah secuil pelajaran dari orang-orang yang hampir tidak pernah mengenyam pendidikan. Mereka begitu bijaksana dalam hidup dan begitu arif memperlakukan lingkungan, meskipun mereka tidak pernah mempelajarinya di bangku sekolah. Mereka bahkan lebih pandai berinteraksi dengan lingkungannya dibandingkan orang-orang yang memang mempelajari bidang tersebut. Dan akhirnya, tidak salah kita mengacungkan jempol untuk mereka sekaligus belajar kesederhanaan dan kebijaksanaan hidup kepada masyarakat adat Ammatoa. 

Satu Balasan ke Tallasa’ Kamase-Mase

  1. rudi kajang mengatakan:

    bener bang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: