ACC Seminar…

Beberapa hari ini, bahkan mungkin beberapa minggu aku jarang lagi menulis di blogku. Bahkan aku jarang mengunjungi blogku sendiri. Tanpa alasan yang jelas aku melakukan hal ini. Aku selalu mengatakan sibuk pada diriku sendiri, padahal jika dilihat dari keseharian sama sekali tidak ada yang berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Aktivitasku tampak biasa-biasa saja, terkecuali yang satu itu…

Dua teman dekatku -teman yang sering bersamaku di kampus- mulai sibuk mengerjakan skripsi mereka. Tampak dari wajah mereka raut keseriusan yang jarang aku jumpai. Bagaimana tidak? Dalam keseharian, kami lebih banyak bercanda gurau dibanding melakukan hal-hal yang serius. Bahkan dalam keseriusan pun, raut wajah seperti itu jarang kami tampakkan. Karena kami ingin menjalani hidup ini dengan santai dan seakan tidak ada beban. Tapi kali ini, keadaan memaksa kami untuk bersikap lain. Kami harus serius kalau mau diwisuda bulan Desember tahun ini.

Mereka berdua telah beranjak satu langkah dariku. Sedangkan aku masih tetap berdiri saja ketika melihat mereka mulai bergerak dan baru tersadar ketika melihat proposal penelitian mereka telah rampung dan telah diasistensikan ke dosen pembimbing mereka. Aku terhenyak!!! Seakan tidak terima keadaan ini. Ingin lari, tapi mau lari kemana. Ingin nangis, tapi malu-maluin. Jadinya cuma bisa terdiam sambil kesal dalam hati. Perasaan takut pun bergejolak karena merasa akan ditinggalkan.

“Tidak, tidak, tidakkkk!!!!” Teriakku dalam hati.

Seminggu sebelumnya, aku mulai melawan rasa malas itu. Aku mulai menggerakkan jari-jemariku untuk mengerjakan skripsi. Dengan digerayangi perasaan ngantuk yang bertubi-tubi, aku tetap berada di depan laptop hitam ini hingga menjelang subuh. Dua malam aku beraktivitas seperti itu, dan akhirnya proposal penelitian skripsiku kelar jua. Aku bahagia dan gembira tentunya. Namun kebahagiaanku itu belum seberapa dibanding catatan kecil dosen pembimbingku di sampul proposalku, tepat di samping namanya yang bertuliskan:  ….”acc seminar”….

Setelah menuliskan catatan kecil itu, beliau berkata: “Kita bertemu di seminar aja”. Dan aku pun menerima tantangan itu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: