Begitu Melelahkan…

Hidup terkadang menjadi begitu sulit bagi sebagian orang. Begitu sulit, sehingga untuk tersenyum pun atau sekedar menarik ujung bibir agak ke atas begitu berat dilakukan. Sungguh sulit orang yang sedang mengalami hal ini, dan mungkin orang ini termasuk saya di dalamnya…

Kemarin saya kurang tidur karena mengerjakan proyek yang sebelumnya telah saya minta pada seorang Prof. Proyeknya adalah mendesain sebuah brosur dan deadlinenya adalah hari Jum’at. Rabu tepatnya, brosur tersebut sudah hampir selesai. Kalau dipresentasekan, maka sekitar 80% sudah kelar. Akan tetapi persentase 80% tersebut berubah kembali menjadi angka 0% setelah diasistensi. Gimana tidak, setelah melihat keadaan brosurnya yang tidak cukup untuk menampung banyak foto, maka disarankan untuk diganti saja menjadi semacam buku yang isinya sekitar 3 lembar. Entah apa nama buku semacam itu, saya juga kurang tau. Karena memang dasarnya tidak tahu. Akhirnya saya pulang dengan semangat yang mulai runtuh satu per satu.

Semangat saya kembali membara ketika mendapat informasi bahwa biaya pembuatan buku tersebut berbeda dari brosur yang sebelumnya saya buat. Ini artinya saya dibayar dobel donK!? Betul ndak!? Tanpa membuang waktu, saya segera membuat buku yang namanya masih asing di telinga saya itu. Hari kamisnya saya baru dapat format yang jelas mengenai buku tersebut, namun apa mau dikata karena sebagian besar lagi buku tersebut sudah jadi. Jadi terpaksa saya harus memodifikasi ulang buku tersebut. Sangat melelahkan. Sungguh sangat melelahkan, apalagi malam sebelumnya saya begadang hingga dini hari hanya untuk mengerjakan buku tersebut. Akhhhhh…………!!!!!

Menjelang magrib, buku tersebut belum juga selesai. Bukan karena tidak bisa saya selesaikan, akan tetapi karena kebanyakan permintaan ‘ini dan itu’ dari sang pemesan. Jadinya kepala ini panas sekali. Sudah kurang tidur, eh tambah lagi banyak dengar ocehan dari konsumen yang banyak cingcong. Gila! Andaikan ada ganjaran pahala untuk memarahi konsumen semacam itu, maka mungkin saya orang yang termasuk mendapatkan pahala tersebut…:)

Akhirnya semua selesai sekitar jam 09.00 malam. Saya yakin benar kalau jam segitu akan sangat mengecewakan buat sang pemesan. Tapi, saya merasa tidak bersalah karena yang banyak permintaan itu bukanlah saya, melainkan sang pemesan sendiri. Dan kalaupun dia harus kecewa, maka saya akan berkata: “Jangan kecewa ma saya, ma diri sendiri donk…” Tapi untungnya sampai tulisan ini diterbitkan, tidak ada konfirmasi dari sang pemesan mengenai kekecewaannya.

Akhirnya, pelajaran yang saya dapat petik hari ini adalah : “Jangan lagi menerima pesanan dari orang itu…” Apa yang baru saya alami, dan begitu melelahkannya hari saya lewati sudah cukup menjadi cambuk untuk menyadarkan saya bahwa dia akan bertingkah seperti itu lagi kalau ada kesempatan di lain hari…

Satu Balasan ke Begitu Melelahkan…

  1. Ifha mengatakan:

    I think you must be a patient…

    ok, honey…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: