Jadinya Ingat Mati dech…

Menjelang magrib, saya diajak teman untuk bertakziah ke rumah salah seorang yunior. Ayahnya meninggal tadi subuh, dan malamnya langsung takziah. Menyedihkan juga kisahnya karena yunior saya ini sebenarnya lagi ber KKN nun jauh dari Kota Makassar. Soppeng tepatnya. Jadinya ia langsung pula dari sana pas dapat telpon dari keluarganya. Okey, cukup dulu kisah sedih itu. Ada kisah yang lebih menyedihkan untuk diceritakan…

Penceramah takziah tampaknya orang yang paham betul tentang arti kematian. Ia bercerita bahwa kematian bukanlah tempat peristirahatan terakhir manusia, melainkan tempat istrihat yang pertama sebelum melangkah ke kehidupan selanjutnya. Dan masih banyak hal lagi yang ia ceritakan.

Mendengar kata kematian disebutkan, saya cuma bisa terdiam dan terpana. Namun di samping itu, saya juga ingin rasanya menangis. Bukan karena saya ikut bersedih dengan kematian ayahnya yunior saya ini. Bukan, sama sekali bukan! Saya ingin menangis karena saya jadi ingat mati. Takut rasanya kalau mati. Karena tidak siap mungkin, atau karena takut di makan cacing…. Hik, hik, hik…

Satu Balasan ke Jadinya Ingat Mati dech…

  1. Ifha mengatakan:

    so, as a human.. we always remember about die…

    it’s right, if we always remember Allah SWT…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: