Juli 2, 2009

- Narsis Dikit
Beberapa minggu, bahkan beberapa bulan ini saya jarang sekali mengutak-atik blog ini. Baru beberapa hari belakangan saya tertarik untuk melihat-lihatnya dan ternyata di dalamnya banyak komentar yang masuk dan belum mendapat persetujuan dari saya untuk ditampilkan. Akhirnya, setelah melihat respon para netter yang berada di mana saja dan melihat komentar-komentar mereka yg umumnya menghaturkan terima kasih karena telah menyediakan link download untuk beberapa lagu daerah Bugis Makassar, saya kembali tertarik untuk “sedikit” menjamah blog ini. Alhasil, muncullah tulisan ini… Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Hari-Hariku | Ditandai: Download, MP3, Bugis, Lagu Daerah, Makassar, Facebook, e-mail |
Permalink
Ditulis oleh Ardhie Al Rawali
Maret 15, 2009
“Semua gigi bisa dicabut!”
“Tidak ada tapinya yach Pak?”
“Tidak! Tidak ada tapi!”
“Serius Pak?!”
“Serius! Saya serius! Cuma… ada yang namanya sulit. Cuma itu…”
Tampak dari wajah bapak itu keseriusan karena saya meragukan kata-katanya. Hampir saja terjadi perdebatan panjang jika saja saya tidak berniat untuk mengalah. Dan ketika saya mengalah, bapak itu pun mulai menjelaskan dengan tenang tentang apa yang ia sebut sebagai “sulit” itu… Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Hari-Hariku | Ditandai: Cabut gigi, Geraham, Gigi, Klinik |
Permalink
Ditulis oleh Ardhie Al Rawali
Maret 11, 2009
Beberapa hari ini, saya sering memikirkan kata salah seorang teman dekatku. Ia pernah berkata sesuatu yang mengagetkan ketika saya menceritakan perihal wanita yang sedang mengobrak-abrik hatiku. Ia berkata:
“Kamu rabun, Ner…!”
Spontan saja saya kaget mendengarnya berkata begitu. Sekaligus penasaran tentunya. Ingin tau rasanya maksud di balik kata-katanya itu, namun saya malu untuk langsung menanyakan padanya. Akhirnya…, jadilah saya seperti ini. Pusing dan terus penasaran karenanya… Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Hari-Hariku | Ditandai: Cinta, Sejati, Wanita |
Permalink
Ditulis oleh Ardhie Al Rawali
Februari 23, 2009
“Jika ia ingin pergi, maka biarkan ia pergi”.
Kalimat itu aku simpulkan semalam setelah membaca buku pengembangan diri yang judulnya aku lupa. Cukup ringkas kata-kata itu, namun sangat mewakili perasaan takut yang sedang menyelimutiku saat ini. Seperti kabut yang datang dan entah kapan akan pergi, ketakutanku itu semakin menggoyahkan pendirianku untuk menari-nari bersama kesendirianku… Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Hari-Hariku | Ditandai: Cinta |
Permalink
Ditulis oleh Ardhie Al Rawali