Hari itu, matahari berada tepat di atas kepalaku. Panasnya bukan main. Saking panasnya, aku sengaja menyediakan secerek air dingin tepat di belakang jendela kaca transparan, berdekatan dengan tempat di mana aku sedang mengerjakan sesuatu. Mengorek-ngorek cat ranjang besi dengan pisau karatan. Hal ini aku lakukan agar ketika nantinya di cat ulang, maka tak ada bias warna dari warna yang sebelumnya pernah ada pada ranjang besi itu. Keringatku tidak berhenti mengucur. Jadi sangatlah pantas jika aku menyediakan minuman dingin sebagai pelepas dahaga sekaligus pengganti cairan tubuh yang sedang banyak-banyaknya keluar melalui pori-pori tubuh siang itu. :’( Baca entri selengkapnya »
Lama Tak Bersua
Juli 2, 2009

- Narsis Dikit
Beberapa minggu, bahkan beberapa bulan ini saya jarang sekali mengutak-atik blog ini. Baru beberapa hari belakangan saya tertarik untuk melihat-lihatnya dan ternyata di dalamnya banyak komentar yang masuk dan belum mendapat persetujuan dari saya untuk ditampilkan. Akhirnya, setelah melihat respon para netter yang berada di mana saja dan melihat komentar-komentar mereka yg umumnya menghaturkan terima kasih karena telah menyediakan link download untuk beberapa lagu daerah Bugis Makassar, saya kembali tertarik untuk “sedikit” menjamah blog ini. Alhasil, muncullah tulisan ini… Baca entri selengkapnya »
Manusia-Manusia Yang Terasing…
Maret 21, 2009Manusia-manusia yang terasing itu hadir di antara kami. Di antara kenormalan kami, mereka menghadirkan sebuah anomali. Kami pun heran karena keberadaan mereka, namun mereka tidak pernah peduli dengan keheranan itu. Bahkan mereka semakin menjadi gila dengan ketidaknormalannya… Baca entri selengkapnya »
Gigiku gerahamku tumbuh menyimpang…
Maret 15, 2009
“Semua gigi bisa dicabut!”
“Tidak ada tapinya yach Pak?”
“Tidak! Tidak ada tapi!”
“Serius Pak?!”
“Serius! Saya serius! Cuma… ada yang namanya sulit. Cuma itu…”
Tampak dari wajah bapak itu keseriusan karena saya meragukan kata-katanya. Hampir saja terjadi perdebatan panjang jika saja saya tidak berniat untuk mengalah. Dan ketika saya mengalah, bapak itu pun mulai menjelaskan dengan tenang tentang apa yang ia sebut sebagai “sulit” itu… Baca entri selengkapnya »
Cuci Tangan Dulu Akh…
Maret 12, 2009
Ada hal lucu yang saya perhatikan tadi pagi ketika sedang asyik-asyiknya menyantap nasi kuning di salah satu warung pondokan liar Unhas. Saat itu, saya datang duluan dari seorang yang juga akan makan di warung itu. Karena saya datang duluan, maka saya yang dilayani duluan. Dan itu berarti, saya pun makan duluan. Nah! Ketika sedang asyik-asyiknya makan, tiba-tiba orang tadi meminta cuci tangan kepada pelayan warung tersebut. Namun… Baca entri selengkapnya »
Katanya Aku Rabun…
Maret 11, 2009Beberapa hari ini, saya sering memikirkan kata salah seorang teman dekatku. Ia pernah berkata sesuatu yang mengagetkan ketika saya menceritakan perihal wanita yang sedang mengobrak-abrik hatiku. Ia berkata:
“Kamu rabun, Ner…!”
Spontan saja saya kaget mendengarnya berkata begitu. Sekaligus penasaran tentunya. Ingin tau rasanya maksud di balik kata-katanya itu, namun saya malu untuk langsung menanyakan padanya. Akhirnya…, jadilah saya seperti ini. Pusing dan terus penasaran karenanya… Baca entri selengkapnya »
Jika ia ingin pergi, maka biarkan ia pergi…
Februari 23, 2009“Jika ia ingin pergi, maka biarkan ia pergi”.
Kalimat itu aku simpulkan semalam setelah membaca buku pengembangan diri yang judulnya aku lupa. Cukup ringkas kata-kata itu, namun sangat mewakili perasaan takut yang sedang menyelimutiku saat ini. Seperti kabut yang datang dan entah kapan akan pergi, ketakutanku itu semakin menggoyahkan pendirianku untuk menari-nari bersama kesendirianku… Baca entri selengkapnya »
Mendaki Gunung, Turuni Lembah…
Februari 18, 2009Ada begitu banyak cara untuk menghilangkan stress yang sering bercokol di pikiran. Salah satunya yang menjadi kegemaranku adalah mendaki gunung. Mengapa ia bisa menjadi obat stress? Mengapa harus di gunung? Dan mengapa ia menjadi kegemaranku? Mari, sedikit kita lihat pembahasannya… Baca entri selengkapnya »
Ditulis oleh Ardhie Al Rawali
Ditulis oleh Ardhie Al Rawali
Ditulis oleh Ardhie Al Rawali 




